Khotbah Jum'at: ABDULLAH BIN MAS'UD
Khotbah
Jumat, 27 Dzul Hijjah 1439 H/7 September 2018 M
Abdullah
bin Mas’ud
Khotbah
Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ،
عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدًا يَلِيقُ
بِجَلَالِ وَجْهِهِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا
اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ،
وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ
وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ؛ قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَاتَّقُوا اللَّهَ
وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ)().
Para
jamaah shalat : kita berada diawal tahun ajaran baru –semoga Allah menjadikan
tahun kesuksesan dan keistimewaan-, hendaknya kita mendorong para siswa untuk
bersungguh-sungguh dalam belajar, karena ilmu pengetahuan merupakan
sebaik-baiknya hal yang dikumpulkan dan dimanfaatkan. Nabi Saw mengibaratkan
pentingnya ilmu pengetahuan bagi manusia, bagaikan pentingnya air bagi
kehidupan, Nabi Saw bersabda:
مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنَ الْهُدَى
وَالْعِلْمِ، كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ
“Perumpamaan
petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengannya adalah bagaikan hujan yang
lebat” (Muttafaq ‘Alaih). Oleh karena itu para sahabat RA menaruh perhatian
penuh pada ilmu, mereka bersungguh-sungguh, sehingga banyak diantara mereka
yang sangat mumpuni dalam keilmuan, diantaranya adalah Abdullah bin Mas’ud RA,
ia pantas menjadi teladan bagi para siswa dan para guru, sebagiaman ia termasuk
para pendahulu, ia berkata:
لَقَدْ رَأَيْتُنِي سَادِسَ سِتَّةٍ مَا عَلَى
الْأَرْضِ مُسْلِمٌ غَيْرُنَا
“Aku
melihatku termasuk dari enam pertama yang tidak muslim diatas bumi selain kami”
(Ibnu Hibban 7062). Sejarahnya dipenuhi dengan pujian, prestasi dan keilmuan
(Siyar A’lamun Nubala’ 3/281). Ia adalah seorang alim, mufassir dan faqih, ia
adalah orang pertama yang membaca Al Quran dengan suara keras di Makkah (At
Thabaqat Al Kubra 3/112 dan Siyar A’lamun Nubala’ 3/284). Cintanya pada ilmu
mendorongnya untuk belajar langsung pada Nabi Saw, ia (Abdullah bin Mas’ud)
berkata : Nabi Saw dan Abu Bakar datang, lalu aku berkata : ajarilah aku.
Kemudian Beliau mengusap kepalaku dan berdoa : Allah merahmatimu, sesungguhnya
engkau anak yang yang berilmu” (Al Mu’jam Al Awsath, karangan At Thabrani 7621,
Ahmad 3598 dan 3599). Ia mendapatkan keberkahan dari doa Nabi Saw. Ia memiliki
semangat dan kemauan yang tinggi untuk belajar, ia selalu bersama dengan Nabi
Saw agar mendapatkan curahan ilmu dan petunjuk, maka ketika Nabi Saw melihat
semangatnya dalam menuntut ilmu, Nabi Saw mendekatkan padanya, sehingga Abu
Musa Al Asy’ari RA berkata:
قَدِمْتُ أَنَا وَأَخِي إِلَى الْمَدِينَةِ،
فَكُنَّا نَظُنُّ ابْنَ مَسْعُودٍ وَأُمَّهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِ رَسُولِ اللَّهِ (
مِنْ كَثْرَةِ دُخُولِهِمْ وَلُزُومِهِمْ لَهُ
“Ketika
aku dan saudaraku datang ke Madinah, kami menyangka bahwa Ibnu Mas’ud dan
ibunya termasuk keluarga Rasulullah Saw karena seringnya mereka masuk dan
berada di rumah beliau” (Muttafaq ‘Alaih).
Ia
(Ibnu Mas’ud) bersemangat untuk mengambil ilmu dari sumbernya, ia berkata : aku
mengambil langsung dari mulut Nabi Saw sebanyak 70 surah dan tidak seorang pun
yang memperdebatkan mengenainya denganku” (Ahmad 3598 dan 3599)
Ia
bersungguh-sungguh dan bersusah payah dalam menimba ilmu, Ia berkata:
مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ
إِلَّا أَنَا أَعْلَمُ أَيْنَ أُنْزِلَتْ، وَفِيمَ أُنْزِلَتْ، وَلَوْ أَعْلَمُ
أَحَدًا أَعْلَمَ مِنِّي بِكِتَابِ اللَّهِ تَبْلُغُهُ الْإِبِلُ لَرَكِبْتُ
إِلَيْهِ
“Tidak
ada surah dalam Kitabullah, melainkan aku tahu dimana diturunkan, tentang apa
diturunkan, dan jika aku tahu bahwa ada seseorang lebih mengerti dariku
mengenai Kitabullah, maka aku akan berangkat kesana walaupun harus mengendarai
unta” (Muttafaq ‘Alaih, lafal Muslim). ia mengamalkan apa yang ia pelajari, ia
mengikuti petunjuk Rasulullah Saw dalam segala hal, Hudzaifah bin Al Yaman RA
berkata:
مَا أَعْرِفُ أَحَدًا أَقْرَبَ سَمْتًا وَهَدْيًا
بِالنَّبِيِّ ( مِنِ ابْنِ أُمِّ عَبْدٍ
“Aku
tidak mengenal seseorang yang paling mendekati perangai serta menetapi petunjuk
Nabi Saw melebihi Ibnu Umm Abd” (Bukhari 3762). Maksudnya : Abdullah bin Mas’ud
RA. Khudzaifah RA : sesungguhnya ia manusia yang paling mirip dengan Rasulullah
Saw dalam menetapi hidayah, mengambil keputusan dan saat berkhutbah (Siyar
A’lamun Nubala’ 3/287).
Ia
(Ibnu Mas’ud) mendalami semua yang dipelajarinya, sehingga ia dicintai oleh
Rasulullah Saw, dan Rasulullah Saw senang menyimak bacaan Quran darinya, Beliau
berkata padanya:
اقْرَأْ عَلَيَّ». قَالَ: أَقْرَأُ عَلَيْكَ،
وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ؟ قَالَ ( :« إِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي».
فَقَرَأَ عَلَيْهِ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ النِّسَاءِ إِلَى قَوْلِهِ تَعَالَى:(
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى
هَؤُلَاءِ شَهِيدًا) قَالَ:« أَمْسِكْ». فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ (
“Bacalah
untukku”. Ia bertanya : Aku membacakan untukumu, sedangkan ia diturunkan padamu
? Beliau bersabda : Sesungguhnya aku senang mendengarkan dari orang lain”.
Kemudian ia membacakan padanya dari awal surah An Nisa’ hingga ayat:
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ
بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا
Beliau
berkata : hentikan. Dan kedua mata Nabi Saw berlinang air mata” (Muttafaq
‘Alaih, lafal Bukhari).
Nabi
Saw menganjurkan para sahabatnya agar belajar Al Quran dari Ibnu Mas’ud RA,
disebutkan dalam sabdanya:
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَقْرَأَ الْقُرْآنَ غَضًّا
كَمَا أُنْزِلَ فَلْيَقْرَأْ عَلَى قِرَاءَةِ ابْنِ أُمِّ عَبْدٍ
“Barang
siapa ingin membaca Al Quran dengan bacaan yang tepat seperti saat diturunkan,
hendaklah ia membaca dengan bacaan Ibnu Umm Abd” (Ibnu Majah 138 dan Ahmad 35).
Ilmu telah mengangkat, meninggikan kedudukan dan namanya tercatat dalam
sejarah.
Kaum
muslimin : Abdullah bin Mas’ud RA memiliki ilmu yang melimpah, kedudukannya
tinggi dihadapan para sahabat, mereka mengetahui kemampuannya dan menghargai
ilmunya, Umar RA berkata : Ia bagaikan bejana yang dipenuhi ilmu” (Ibnu Sa’d
dalam kitab At Thabaqat 3/156 dan Tarikh Islam karangan Ad Dzahabi 2/205).
Ketika ia diutus ke Kufah, Umar berpesan pada mereka: sesungguhnya aku -demi
Allah- mendahulukannya atas diriku, maka belajarlah darinya (At Thabaqat Al
Kubra 3/116). Ia (Ibnu Mas’ud) merupakan teladan bagi para guru, yang
memperlakukan murid-muridnya dengan kelembutan dan keindahan akhlak. Suatu hari
sebagian orang berkumpul di rumah Ali bin Abi Thalib RA. Mereka bertanya : Kami
belum pernah melihat seseorang yang lebih mulia akhlaknya, lebih tinggi
pengajarannya, lebih wara’, dan lebih baik persahabatannya melebihi Ibnu
Mas’ud. Lalu Ali RA berkata : Sesungguhnya aku bersaksi padamu, bahwa
pendapatku sebagaimana pendapat mereka bahkan lebih (Mushannaf Abi Syaibah
32241 dan At Thabaqat Al Kubra 3/115).
Kita
belajar dari sahabat mulia ini; Abdullah bin Mas’ud RA mengenai perhatiannya
terhadap penampilan serta wewangian yang digunakannya, dimana termasuk sahabat
yang paling baik pakaiannya dan paling harum wewangiannya (At Thabaqat Al Kubra
3/116 dan Siyar A’lamun Nubala’ 3/281). Ia dikenal dengan wewangiannya yang
harum di malam hari (At Thabaqat Al Kubra 3/117). Ia dicintai oleh sesamanya
karena ilmunya yang melimpah, akhlaknya yang baik, jiwanya yang bersih,
penampilannya yang indah, mereka senang berjumpa dengannya, mereka tidak bosan
dengan ucapannya dan tidak pernah puas dengan ilmunya, seorang muridnya berkata
: Abdullah mengajar kami setiap Kamis, ia menyampaikan beberapa hal, ia diam
pada waktunya dan kami berharap terus ia menambah penyampaian ilmunya” (At
Thabaqat Al Kubra 3/116).
Betapa
indahnya bila para siswa berteladan pada sahabat mulia ini dalam ketekunannya
mencari ilmu, sebagaimana betapa baiknya bila para guru berteladan pada akhlak,
penampilan serta pengetahuannya yang melimpah.
Ya
Allah, berilah kami kekuatan untuk berteladan padanya, berilah kami ilmu yang
bermanfaat, amalan yang shalih dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu,
mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati
orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan
atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ
وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ
الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khotbah
kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَهُ
الْحَمْدُ الْحَسَنُ وَالثَّنَاءُ الْجَمِيلُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا
اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ
عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para
jamaah shalat : dunia kini berpacu dengan waktu untuk mendapatkan ilmu, untuk
menggapai yang baru, mereka berlomba-lomba dalam berinovasi dan penemuan dalam
berbagai cabang keilmuan. Wahai para siswa, kalian adalah harapan bangsa, mari
bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, gunakan waktu dan tenaga kalian dalam
menggapai ilmu, Abdullah bin Mas’ud RA berkata: Sesungguhnya aku tidak suka
melihat seseorang yang kosong, tidak dalam pekerjaan dunia dan pekerjaan
akhirat (At Thabari dalam kitab Al Kabir 9/106). Bila kalian
bersungguh-sungguh, maka kalian akan menggapai seperti yang digapai orang-orang
sebelum kalian bahkan lebih, kedudukan kalian akan terangkat di dunia dan di
akhirat, kedua orang tua kalian akan menikmati kebahagiaan, kalian juga
berkontribusi dalam kemajuan negara kalian, sehingga kalian juga akan
mendapatkan kesuksesan dalam tugas kalian dan masa depan kalian. Allah Swt
berfirman:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ
وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang
diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan” (Al Mujadilah 58 : 11). Risalah keilmuan merupakan tanggung
jawab bersama antara siswa, wali murid, guru dan institusi sekolah, oleh karena
itu, marilah kita sambut tahun ajaran baru ini dengan kerja sama antara semua
agar terwujud tujuan pendidikan.
اللَّهُمَّ ارْضَ عَنْ سَيِّدِنَا عَبْدِ اللَّهِ
بْنِ مَسْعُودٍ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ
أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ (:« مَنْ
صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»().
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى
سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ
اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ
وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ
بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ
وَأَرْحَامِهِمْ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن
زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ
اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ،
وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ
الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ
انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ
عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ
اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا
وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ
رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ،
وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ
بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا
إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا
قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيْتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ،
وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ،
فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ
اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا
وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً
وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ
الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ
وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ
الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ
انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ
الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ
وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ
الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ
فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
Comments
Post a Comment